Spoiler for : Mendapat pikiran itu, terus saja Mahesa Jenar memutar kudanya, dan dengan mengambil jalan melingkar ia menuju ke arah bukit kecil, dimana orang-orang yang dicurigainya itu berada. Dengan hati-hati ia berusaha untuk mendekati orang itu dari arah belakang. Maka setelah Mahesa Jenar berhasil mencapai bukit kecil itu, ia segera turun dari kudanya dan menambatkannya pada sebatang Beli Naga Sasra Sabuk Inten Jilid 1-32 Tamat - SH Mintardja - Cerita Silat. Harga Murah di Lapak Dunia Pecinta Buku. Pengiriman cepat Pembayaran 100% aman. Beli Produk Sabuk Inten Jilid Soft Berkualitas Dengan Harga Murah dari Berbagai Pelapak di Indonesia. Tersedia Gratis Ongkir Pengiriman Sampai di Hari yang Sama. Spoiler for : Ki Asem Gede dan Mantingan pun tergetar juga hatinya. Mereka berdua pun maklum akan kehebatan Lawa Ijo. Quote:“Jawablah!” desak Mahesa Jenar. Sementara itu, pegangannya pun makin dikuatkan. Samparan berdesis menahan sakit. “Aku tak tahu,” jawab Samparan mencoba berbohong. Tetapi belum lagi ia selesai mengucapkan jawabannya, tangannya yang terpuntir itu terasa semakin Ki Asem Gede yang menyaksikan kecurangan itu pun menjadi gusar. Untuk melawan dua orang, belum tentu Mahesa Jenar dapat menang. Karena itu ia sudah membulatkan tekad untuk melibatkan diri dalam pertempuran itu. Tetapi baru saja ia akan meloncat, tiba-tiba terdengarlah sebuah bisikan. “Jangan berbuat sesuatu Ki Asem Gede.” Ki Asem Gede terkejut bukan kepalang. Dan terasa di kedua belah lambungn Spoiler for : Wirasaba tidak mau banyak bicara lagi. Diselipkannya seruling pring gadingnya ke dalam bajunya. Quote:“Kau hanya mau berbicara saja?” potongnya. Pradangsa bergumam di dalam mulutnya, dan kemudian kembali ia tertawa nyaring. Tetapi suara tertawanya terputus ketika Wirasaba membentak. Quote:“Aku tidak banyak waktu, bersiaplah.” Pradangsapun rupanya juga menganggap Belum lagi mereka selesai menempatkan diri, muncullah dari balik-balik padas beberapa orang berkuda. Meskipun gelap malam masih menyeluruh, tetapi remang-remang mereka dapat juga menyaksikan tubuh-tubuh orang-orang berkuda itu. TEPAT di muka goa mereka menghentikan kuda mereka, dan langsung dengan suara lantang terdengar salah seorang dari mereka berteriak, "Hei Sima Rodra, sudah gilakah engk Museum Keris hadirkan Keris Pusaka Sabuk Inten Luk 11 Pamor Wos Wutah Tangguh Mataram. Dhapur Keris Ini adalah Sabuk Inten. Keris Sabuk Inten yakni sewelas/sebelas yang merupakan jumlah luk Keris Sabuk Inten yaitu 11 yang mempunyai makna welas/belas kasih Allah, lingkungan dan orang tua. Keris Sengkelat ini memiliki pamor Wos Wutah. Spoiler for : Sekarang, setelah mengerti persoalannya, Jaka Soka tidak lagi merasa direndahkan oleh Lawa Ijo. Ia pun menganggap bahwa sikap Lawa Ijo yang demikian itu adalah wajar. Karena itu ia menjawab, Quote:“Sekehendakmulah Lawa Ijo. Sebab daerah ini adalah daerahmu. Tetapi urusan gadis itu akan tetap menjadi urusanku, meskipun aku akan menunggu sampai kau selesai. Kalau kau tak TUBUH Karebet benar-benar menggigil. Sedang Tumenggung Prabasemi masih berkata, “Selama kau masih hidup Karebet, maka perubahan keadaan akan memungkinkan kau untuk kembali ke istana, dan memungkinkan kau berceritera tentang aku. Karena itu, malang benar nasibmu, bahwa aku diperbolehkan mengantarmu sampai ke luar kota. Agaknya betapa besar dosamu, namun Baginda masih juga sayang kepada nyawamu. S EyEk.