Terkadangtingkat kedewasaan seseorang bisa dilihat dari penilaian orang lain. Secara umum, seorang dapat dikatakan dewasa apabila ia telah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jelek (atau benar salahnya sesuatu). Namun dalam Islam, seorang dewasa adalah yang telah mampu memilih dan memilah serta mengkategorikan mana yang perintah dan
JendelaJohari ini mencerminkan tingkat keterbukaan seseorang yang dibagi dalam empat kuadran, Kuadran-kuadran tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut: Open. Menggambarkan keadaan atau hal yang diketahui diri sendiri dan orang lain. Hal-hal tersebut meliputi sifat-sifat, perasaan-perasaan, dan motivasi-motivasinya.
KataKata Kedewasaan Penuh Makna Terbaru 2016 - Kedewasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan amarah, Penyebab timbulnya konflik dalam hubungan adalah kurangnya komunikasi serta belum memahami karakter masing-masing. Ga perlu iri dengan orang lain, bersyukurlah atas apa yg kau dapatkan. ingat! masih ada orang di luar sana yg ga
Ketikadia menjawab, gali lebih dalam lagi sehingga kamu tahu bagaimana perasaan dia tentang hal itu. Apa yang dia rasakan terhadap orang-orang di lingkungan kerja atau keluarga? Dengan bertanya, kamu jadi bisa mengetahui bagaimana kedewasaan seseorang sangat diperlukan dalam sebuah hubungan jangka panjang. Kamu juga bisa menciptakan kedekatan
G Kedewasaan Penuh dalam Hubungan dengan Orang Lain . Pada bait ketujuh puisi Kliping di atas, ia mengatakan demikian: Jika kau dapat berbicara kepada rakyat jelata dan mempertahankan kebajikanmu, Atau berjalan dengan raja-raja - tanpa kehilangan hubungan dengan rakyat biasa;
n3galk. Lagi Rame! Pentingnya Izin Perpanjangan Izin Pemakaman Aturan dan Mahalnya Biaya Pemakaman di Jerman Denver Nuggets Juara NBA 2023! Study Tour, Bagian Kurikulum? Study Tour, antara Manfaat dan Kendala Wisata yang Cocok untuk Study Tour Ibnul Fadani Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Pembaca Atlet Menulis adalah cara terbaik untuk berbicara tanpa diganggu. Selanjutnya Tutup Pendidikan Pilihan 25 Februari 2023 1041 Diperbarui 26 Februari 2023 1050 129 Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Apakah Anda pernah merasa sulit untuk menghadapi situasi sulit atau mengatasi emosi negatif? Apakah Anda sering terjebak dalam siklus konflik atau kesulitan dalam mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang-orang di sekitar Anda? Kedewasaan emosional dapat menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini dan mencapai kebahagiaan yang lebih besar dalam Anda telah mencapai kedewasaan emosional, Anda mampu mengelola emosi Anda dengan lebih baik, berkomunikasi dengan lebih efektif, dan menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa ciri-ciri seseorang yang telah mencapai kedewasaan emosional dan bagaimana kita dapat mengembangkan kualitas ini dalam diri kita sendiri. Siap untuk menemukan potensi diri Anda yang lebih dalam? Mari kita mulai. Ketika seseorang telah dewasa secara emosional, ia akan menunjukkan tanda-tanda yang jelas dari kebijaksanaan dan kematangan yang tidak terlihat pada orang yang masih dalam tahap perkembangan emosional. Ada beberapa ciri-ciri yang menunjukkan bahwa seseorang telah mencapai kedewasaan emosional, dan di bawah ini adalah beberapa diantaranyaAnda memiliki kontrol diri yang lebih baik Salah satu ciri yang paling jelas dari kedewasaan emosional adalah kemampuan untuk mengontrol diri Anda sendiri. Anda akan belajar untuk tidak terlalu terbawa emosi ketika menghadapi situasi sulit atau menantang, dan mampu mengatasi tekanan dan stres dengan lebih dapat memahami dan mengekspresikan emosi dengan baik Selain memiliki kontrol diri yang lebih baik, Anda juga mampu memahami dan mengekspresikan emosi Anda dengan baik. Anda dapat mengenali dan mengatasi emosi Anda, serta berbicara dengan jujur tentang perasaan Anda dengan orang dapat menerima kritik dengan baik Ketika Anda telah dewasa secara emosional, Anda mampu menerima kritik dengan baik tanpa merasa tersinggung atau defensif. Anda menganggap kritik sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang, dan tidak mengambilnya secara lebih sabar dan penuh pengertian Anda mampu menjadi lebih sabar dan penuh pengertian terhadap orang lain, terutama ketika mereka mengalami kesulitan atau mengalami situasi yang sulit. Anda belajar untuk mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain, dan mampu merespons dengan cara yang penuh kasih sayang dan memiliki harga diri yang sehat Ketika Anda telah mencapai kedewasaan emosional, Anda memiliki harga diri yang sehat dan percaya pada diri sendiri. Anda tidak terlalu membandingkan diri Anda dengan orang lain atau merasa inferior ketika Anda berada di sekitar mereka. Sebaliknya, Anda memiliki rasa percaya diri yang sehat dan mampu menghargai diri dapat membuat keputusan yang tepat Anda mampu membuat keputusan yang tepat dan bijaksana, berdasarkan pada pemikiran yang rasional dan tidak terlalu dipengaruhi oleh emosi. Anda belajar untuk melihat konsekuensi jangka panjang dari setiap keputusan yang Anda buat, dan mampu mengambil risiko ketika terbuka terhadap perubahan Ketika Anda dewasa secara emosional, Anda menjadi lebih terbuka terhadap perubahan dan siap untuk beradaptasi dengan situasi baru. Anda tidak takut untuk mengambil risiko atau mencoba hal-hal baru, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah. Itulah beberapa ciri-ciri dari seseorang yang telah mencapai kedewasaan emosional, yang dapat dikenali dari cara ia bertutur dengan bahasa yang baik. Selain ciri-ciri tersebut, terdapat juga beberapa tanda lainnya, di antaranyaAnda mampu memaafkan Sebagai manusia, kita seringkali disakiti oleh orang lain. Ketika Anda telah dewasa secara emosional, Anda mampu memaafkan orang lain yang telah membuat kesalahan atau menyakiti Anda. Anda belajar untuk memahami bahwa setiap orang memiliki kelemahan dan kekurangan, dan mampu melepaskan dendam atau ketidaksukaan Anda terhadap orang mampu menjaga hubungan yang sehat Kedewasaan emosional juga dapat dilihat dari kemampuan Anda untuk menjaga hubungan yang sehat dengan orang-orang di sekitar Anda. Anda mampu menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada orang lain, dan belajar untuk mengatasi konflik dengan cara yang sehat dan memiliki rasa humor yang baik Terakhir, seseorang yang telah dewasa secara emosional juga memiliki rasa humor yang baik. Anda mampu melihat sisi lucu dari situasi atau diri Anda sendiri, dan belajar untuk tidak terlalu serius dalam menghadapi masalah atau ada banyak ciri-ciri yang menunjukkan bahwa seseorang telah mencapai kedewasaan emosional, tidak semua orang akan menunjukkan tanda-tanda ini dalam waktu yang sama atau dalam tingkat yang sama. Namun, dengan mengembangkan kesabaran, kerendahan hati, dan kemauan untuk belajar, kita semua dapat mencapai tingkat kedewasaan emosional yang lebih tinggi. Dan ketika kita berbicara dengan bahasa informal yang santai dan mengalir, kita mungkin dapat memperlihatkan sisi kemanusiaan kita yang lebih hangat dan pustakaBerikut adalah beberapa referensi yang dapat digunakan sebagai sumber informasi dalam penulisan artikel tentang ciri-ciri seseorang yang telah dewasa secara emosionalGoleman, D. 1995. Emotional intelligence. New York Bantam M. A., Rivers, S. E., & Salovey, P. 2011. Emotional intelligence Implications for personal, social, academic, and workplace success. Social and Personality Psychology Compass, 51, R. C., Price, R. H., & Wortman, C. B. 1985. Social factors in psychopathology Stress, social support, and coping processes. Annual Review of Psychology, 36, J. D., Salovey, P., & Caruso, D. R. 2008. Emotional intelligence New ability or eclectic traits? American Psychologist, 636, J., Smith, M., & Shubin, J. 2018. The role of emotional intelligence in communication. Retrieved from M. A., & Katulak, N. A. 2006. Emotional intelligence in the classroom Skill-based training for teachers and students. In J. Ciarrochi, J. P. Forgas, & J. D. Mayer Eds., Emotional intelligence in everyday life A scientific inquiry pp. 265-284. New York Psychology B. R., & Gignac, G. E. 2009. A multinational validation of the Emotional Intelligence Scale. International Journal of Selection and Assessment, 172, 143-151. Lihat Pendidikan Selengkapnya
Oleh Dr Hj Sri Minarti, dapat diartikan kematangan dalam berpikir, bersikap, bertindak dalam mengambil suatu keputusan dengan seseorang dapat dipengaruhi oleh usia, pendidikan dan pengalaman seseorang secara biologis dapat terlihat bahwa orang tersebut telah memiliki keturunan atau ditandai adanya rasa ketertarikan pada lawan seseorang secara psikologis tampak dari kematangan sikap dalam menghadapi dan menyelesaikan suatu permasalahan. Tidak tergesa gesa emosional, memperhatikan kemanfaatan pada banyak orang, tidak hanya berorientasi pada diri secara sosial seseorang terlihat dalam sikap pada mahluk lain, mampu menerima perbedaan dengan lapang dada, mengerti, memahami dan bisa memaafkan suatu secara paedagogis pendidikan tampak pada perilaku pembelajar, berusaha memperbaiki diri dan menebarkan secara spiritual seseorang terlihat dalam usaha selalu melakukan pendekatan pada Sang Maha Pencipta, untuk menumbuhkan suatu kesadaran diri bahwa ada alam lain setelah dunia ini, segala aktivitas yang dilakukan sebagai bentuk ibadah kepada-Nya dan akan dipertanggung jawabkanAlangkah bijaknya kita bila di bulan Ramadan sebagai ajang meningkatkan kedewasaan dan introspeksi diri, sudah dewasakah kita?, sehingga pada akhirnya menjadi manusia dewasa sehat cerdas biologis, psikologis spiritual, sosiologis dan profesi kita. Ya Allah, ampunilah kekhilafan kami, aamiin
27 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti G. Kedewasaan Penuh dalam Hubungan dengan Orang Lain Pada bait ketujuh puisi Kipling, ia mengatakan demikian Jika kau dapat berbicara kepada rakyat jelata dan mempertahankan kebajikanmu, Atau berjalan dengan raja-raja – tanpa kehilangan hubungan dengan rakyat biasa; Jika tiada musuh atau teman tercinta dapat melukaimu; Jika semua orang menghargaimu, tapi tak berlebihan; Kipling mengatakan, orang yang dewasa adalah orang yang bisa berbicara kepada rakyat kecil, namun tetap mempertahankan kebajikannya. Kalaupun ia bisa berjalan dengan raja-raja, hal itu tidak menjadikannya sombong dan berkepala besar. Rasanya tidak banyak orang yang bisa bertindak seperti ini. Di dunia kita bisa melihat hanya segelintir orang yang mampu bersikap seperti ini dengan tulus. Dalam sebuah perjalanan kampanyenya, ketika merasa lapar, Presiden Obama tidak segan-segan berhenti di sebuah restoran hamburger – makanan siap saji yang dianggap sebagai makanan murah “OMG President Obama eats at South Miami burger joint,” Miami Herald, 20 September 2012. Ia tidak segan-segan makan di tempat murahan seperti itu. Orang yang dewasa dan matang kepribadian dan pemikirannya, pasti tidak akan canggung melakukan hal-hal yang di mata orang lain mungkin dianggap akan merendahkan derajat dan kedudukannya. Ia akan mampu memperlakukan setiap orang dengan cara yang sama. Ia tidak kikuk bergaul dengan orang-orang kecil – termasuk mereka yang disingkirkan dan dilupakan masyarakat umum – atau pun berhadapan dengan orang-orang yang berjabatan tinggi. Di masa hidup-Nya di dunia, Yesus pun pernah melakukan hal seperti itu, makan di tempat-tempat yang sederhana. Ia pernah diundang oleh Simon, seorang Farisi yang kaya, untuk makan di rumahnya. Lukas 736-50 Namun di pihak lain, Ia pun tidak segan-segan duduk dan makan di antara para pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Markus 213-16 Dengan kata lain, Tuhan Yesus tidak membeda-bedakan orang. Bahkan sebaliknya, Ia berusaha mendekatkan diri dengan orang-orang yang disingkirkan oleh masyarakat, supaya mereka bisa diterima lagi oleh masyarakat, dan dapat hidup seperti banyak orang lainnya. 28 Kelas X SMASMK Inilah yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Surat Kolose tersebut tentang pertumbuhan pribadi seorang Kristen, “…tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala Kolose 415 Dengan berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh ke arah Kristus. Kalau Kristus sendiri bersikap terbuka kepada siapapun, maka kita pun terpanggil untuk bersikap terbuka kepada orang lain. Janganlah kita menjauhkan diri dari orang lain hanya karena mereka berbeda latar belakang suku, agama, kelas sosial, warna kulit, dan lain-lain. Kedewasaan penuh yang kita lihat di dalam diri Yesus adalah kehidupan yang berfokus pada kepentingan orang lain, demi kemuliaan Allah. Itulah yang digambarkan oleh Rasul Paulus dalam Filipi 23-4, “Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Apakah ini berarti orang Kristen tidak boleh memperhatikan kepentingannya sendiri? Sudah tentu tidak. Paulus ingin menekankan agar kita tidak hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, tetapi juga memikirkan kepentingan orang lain. H. Rencana Hidup Saya